Kabar Terkini :
.

Gallery Foto




Tampilkan postingan dengan label Cerita Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Santri. Tampilkan semua postingan

CERITA LUCU ISLAMI : KHUSYUK

Nasrudin sedang berada dimasjid, duduk khusyuk berdoa dideretan orang-orang yang alim.
Tiba-tiba salah seorang diantara mereka nyeletuk, ”Aku ragu.., jangan-jangan kompor dirumah masih menyala.”
Orang yang duduk disebelahnya berkata: ”Dengan bicara begitu, doamu batal lho.
Kamu harus mulai lagi dari awal.”
”Kamun juga,” kata orang yang duduk disebelah orang yang kedua ini.
”Alhamdulillah!!” kata Nasrudin keras-keras”, Untung aku tidak bicara.”

Cerita Islami Larangan Merokok Di Pesantren Yang Lucu

Di salah satu pesantren yang ada di Indonesia, santri-santri dilarang keras merokok. Dan sang Kiai pengasuh pondok pesantren itu tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) berat pada santri yang ketahuan melanggar aturan merokok di pesantren itu. Namun tentu saja ada santri nakal yang nekat melakukan pelanggaran.
Bahkan, sering beberapa santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan sang Kiai. Bahkan ada juga yang tidak jijik merokok di dalam WC sambil pura-pura sedang BAB.
Satu hari, saat malam telah larut, salah seorang santri perokok ingin kembali melakukan aksi terlarangnya. Meski sudah agak mengantuk karena kelamaan menunggu waktu yang aman untuk merokok, ia pun bergegas ke kebun belimbing, di belakang salah satu gedung pesantren itu. Santri itu lalu mendekati seseorang temannya di kejauhan yang sedang menyalakan rokok. Suasana disekitar yang jauh dari lampu penerangan membuat tempat itu memang agak gelap dan aman untuk merokok.
“Kang, minta rokoknya… sekalian dengan api-nya…sup.” katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjukknya.
Temannya langsung menyerahkan sebungkus rokok yang dipegangnya. Santri perokok itu tanpa memperhatikan temannya itu langsung buru-buru mengisap rokok.
“Alhamdulillah, asyik sup…” katanya. Diteruskan dengan isapan kedua, sambil memejamkan mata seakan menghayati isapan rokoknya.
Rokok semakin menyala, dan… dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lama-lama kelamaan si santri mulai sadar dengan siapa dia sebenarnya saat itu sedang merokok bareng. Namun santri belum yakin betul dan diteruskan dengan isapan selanjutnya… Isapan yang dalam sehingga membuat rokok itu semakin menyala terang. Dan…
Ternyata… yang dia mintai rokok adalah Kiainya sendiri.
Bukan main, si santri itu sangat kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur, lari tunggang langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya.
Sang Kiai pun marah besar sambil berteriak :
“Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya, Kang…”

Kisah Lucu Anak Santri

1. Kamper Atom. Teroong.... bila ku dengar buah itu, aku teringat pada kejadian menggelikan yang pernah ku alami. Hari itu sayur terong yang notabenenya asing bagi orang bogor sepertiku,

menjadi menu makan siang. Selesai makan, rasa eneg di lidah tak kunjung hilang. Oh, iyaa... aku ingat, sebungkus kacang atom tergeletak di dalam lemariku.

Ahh.. biar rasa eneg hilang ku coba untuk makan kacang. Segera ku menuju ke kamar dan aku mengambil kacang yang tercecer di lemari karena tidak ada plastiknya. Setelah kumasukkan kantong, aku keluar dan mengambil beberapa biji tanpa kulihat. Klethug...???. "Iiihh kacang apa ini....?". Ya Allah... Ternyata bukan kacang atom yang ku makan, tapi kamper yang juga berserakan di lemariku. Dasar butun. Hahahh...
By : Sd 
 2. Nasi Doang! 

Jakarta... kota besar penuh impian, harapan dan juga keanehan. Yang terakhir, itulah yang dialami oleh ayahku. Ia adalah seorang pekerja desa yang bekerja di Jakarta. Suatu hari selesai bekerja ayahku mencoba mengganjal perut dengan mampir di sebuah warteg.

"Nasi doang bang....", pesan seorang pembeli. "Saya juga nasi doang...", kata ayahku ikut-ikutan karena tak tahu bahasa Betawi dan tak tahu menahu apa yang ada disitu. Setelah piring disodorkan, ayahku jengkel karena merasa dipermainkan. Langsung saja ia memarahi sang penjual. Semua pembeli tertawa dibuatnya. Akhirnya ayahku hanya cengar-cengir, karena malu setelah mendengar penjelasan sang penjual. Waah susah jadi orang desa. Xixi..

By : Udn

3. Amplifier Naas.

Suatu hari ketika masih menjadi ta'mir masjid, aku di suruh menghidupkan sebuah ampli, karena sebentar lagi adzan dikumandangkan. Sangking pede-nya aku pun langsung melesat menjunya. To the point ditekanlah tobol power yang masih terbuka, "Aaauuu...." secara reflek mulutku menjerit, karena aliran listrik 220 volt merangsangku. Sambil menenangkan diri, aku pun mundur dari tempat itu. Namun karena nasibku lagi malang, kabel terbuka beraliran listrik terinjak oleh kakiku. Dengan perasaan kaget aku menjerit lagi dan langsung menuju mimbar untuk menata sang mic beserta standarnya. Seusai menatanya dengan santai aku mencoba benda tersebut, namun aliran listrik kembali merangsang diriku. Spontan aja aku jatuhkan mic tersebut. Mendengar suara bantingan yang amat keras, pamanku langsung marah sambil ngomel-ngomel, "Goblok, kalau tidak bisa jangan mau..!!" Sambil terucap dalam hati, "Dasar lagi naas, sudah kesetrum berturut-turut, masih saja dimarahi @_@"
By : Stiawn


* Sumber : http://aura2506.blogspot.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ALUMNI IBNUL QOYYIM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger